Pilkada dan Ekonomi Kerakyatan

Maret 10, 2018

Tahun 2018 ini kita akan terbawa dalam hiruk pikuk Pilkada yang dilaksanakan serentak diseluruh Indonesia.

Dalam budaya pemerintahan kita yang masih korup, uang masih dianggap sebagai modal utama kemenangan dalam pemilihan seorang pemimpin. Perkara kualitas figur calon masih berada di urutan nomor dibawahnya.

Namun besarnya biaya politik pilkada ternyata tidak serta merta berbanding lurus dengan peningkatan ekonomi masyarakat. Rakyat masih saja berada dalam tahap ekonomi rendah dan kehidupan ekonomi masih lesu dan sulit untuk bangkit.

Ekonomi Kerakyatan masih baru sekedar jadi materi kampanye untuk meraih simpati saja, namun realita dilapangan masih jauh dari harapan.

Makanya kita tak perlu merasa aneh dengan munculnya fenomena masyarakat yang mulai apriori dengan kegiatan pilkada atau sejenisnya, karena umpan balik bagi masyarakat tak sebanding dengan keuntungan yang bakal diraih oleh si pemenang nanti.

Ya terserah saja.

Iklan