Sepuluh Tahun Lagi Rakyat Indonesia Sejahtera

motor

Dalam beberapa tahun terakhir kita kerap merasakan kepenatan ketika kita berkendara di jalan raya. Hal baru yang membedakan dari jaman-jaman dahulu, kesemrawutan dan kemacetan jalan raya saat ini juga dipengaruhi oleh jumlah kendaraan roda dua yang sangat membengkak. Motor menguasai jalur-jalur jalan raya.

Jumlah mobil juga terus bertambah. Mobil baru terus diproduksi dan ramai-ramai masuk pasaran otomotif nasional. Mobil bekas dari luar kota semakin menambah sesak jalanan yang ada. Padahal jumlah ruas jalan yang ada tidak bertambah. Maka jadilah kemacetan menjadi menu sehari-hari di daerah perkotaan.

Ekonomi Membaik?

Bulan Oktober tahun 2005 lalu saat pemerintah untuk terakhir kali menaikan harga BBM telah membuat sebagian besar masyarakat kita merasakan semakin terjepit. Ongkos transportasi menjadi mahal. Para pekerja yang setiap hari memakai jasa angkutan umum merasakan beratnya biaya ongkos pulang pergi kerja. Dari yang semula dengan uang Rp.10 ribu saja mereka bisa pulang pergi kerja dan makan siang, tiba-tiba berubah bisa dua tiga kali lipatnya.

Tetapi ada sektor lain yang tiba-tiba bergairah dan memberi alternatif yang sangat baik. Dealer-dealer motor dan perusahaan-perusahaan Leasing semakin bersemangat memberikan kredit dengan uang muka ringan dan cicilan rendah. Itung-itung jatah ongkos harian mereka dialihkan untuk membayar cicilan motor. Warga berbondong-bondong kredit motor.

Jadilah sepeda motor membludak. Cuma dengan uang muka 500 ribu, kita sudah bisa bergaya di jalan dengan motor baru. Cicilan bulanannya pun cukup ringan dan terjangkau.

Dalam masa tiga tahun sepeda motor kredit tersebut akan lunas. Dan jadilah ia punya sepeda motor sendiri.

Selama tida tahun lebih naik motor pulang pergi kerja memang membuat lelah dan bosan. Mulailah berpikir ingin sekali punya mobil. Sepeda motor yang ada jika dijual masih bisa laku 7 – 8 jutaan. Tinggal nambahi sedikit, maka cukuplah itu untuk uang muka mobil.

Beberapa dealer mobil dan perusahaan leasing nekad memberikan kredit dengan uang muka sangat ringan. Uang 5 juta bisa kredit mobil baru. Cicilannya pun bisa ringan dalam masa kredit 5 tahun.

Bagi yang tidak berani kredit terlalu besar, ia akan memilih kredit mobil bekas. Biar bukan baru, tapi sama saja mobil, bukan motor lagi.

Nah, sekarang masanya sepeda motor. Lihatlah dalam lima tahun mendatang yang membludak adalah mobil. Dan lima tahun berikutnya sebagian besar warga Indonesia sudah memiliki Mobil dan sisanya baru punya sepeda motor.

Jika ini terjadi berarti dalam sepuluh tahun yang akan datang rakyat Indonesia sudah merasakan sejahtera.

Yakinlah. Ini pasti terbukti.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: