Ingin Kaya? Jadilah PNS!

Saya masih ingat pesan orang tua saat saya masih sekolah beberapa puluh tahun yang lalu. “Jika kamu ingin jadi orang kaya, janganlah kamu menjadi pegawai negeri!”.

Ucapan orang tua saya saat itu memang sangat tepat dengan kondisi yang terjadi saat itu. Sebagai seorang pegawai negeri, mereka sudah merasakan sendiri bagaimana susahnya hidup yang hanya mengandalkan gaji pegawai negeri yang kecil, jauh dari kata sejahtera.

Saat itu sangat tidak mungkin ada seorang pegawai negeri yang bisa kaya karena PNS-nya. Saat itu PNS selalu identik dengan gaji kecil. Bahkan untuk menutupi kebutuhan hidup sehari-hari saja, perlu kerja lain sebagai sampingan untuk tambahan penghasilan. Bisa menyekolahkan anak dan cukup makan sehari-hari saja sudah sangat beruntung.

Yang bisa kaya saat itu memang bukan dari PNS. Pengusaha, pedagang, dan pegawai swasta akan lebih punya peluang bisa hidup makmur dan sejahtera.

“Dari mana bisa kaya, berapa sih gaji PNS? Kalau ada PNS kaya, itu pasti ia Korupsi”, ujar orang tua saya saat itu.

Tetapi pesan orang tua saya saat itu tidak berlaku lagi saat ini. Justru keadaannya jadi terbalik. “Jika ingin kaya, jadilah PNS”.

Benar, sekarang yang namanya PNS memiliki peluang untuk menjadi kaya lebih besar dari pekerjaan lainnya. Selain gaji pegawai negeri sudah cukup lumayan, menjadi PNS berarti memiliki peluang untuk mengeruk uang negara yang mereka kelola.

Tak heran jika kini PNS bisa memiliki rumah-rumah mewah, mobil mewah dan setumpuk kekayaan lainnya.

Mungkinkah PNS saat ini bisa benar-benar kayak jika ia jujur?

Jawabannya memang masih sama dengan beberapa puluh tahun lalu. Jika PNS jujur pasti tidak akan bisa kaya, apalagi hanya mengandalkan gaji. PNS yang kaya pasti ia korupsi!

“Saya tidak pernah korupsi. Jika ada orang ngasih, selama itu iklas dan tidak merongrong uang negara, berarti sah-sah saja. Itu bukan korupsi”, ujar seorang pejabat Eselon III di Palembang yang baru dua tahun terakhir ini hidupnya berubah drastis menjadi kaya raya.

Memang, jika tidak mengambil uang negara berarti tidak korupsi. Tetapi jika ada seseorang memberi sesuatu kepada seorang pejabat PNS, sudah dipastikan ia sudah melanggar sumpah jabatan yang pernah ia ucapkan dulu.

Bunyi sumpah jabatan yang sangat mengerikan itu salah satunya berbunyi : “Tidak menerima pemberian dalam bentuk apapun yang berhubungan dengan jabatan saya”.

Nah, mungkinkah ada seorang pengusaha ngasih mobil cuma-cuma kepada seorang pejabat kalau bukan karena jabatannya. Tidak akan ada orang mau kasih uang pada seseorang kalau bukan karena jabatan yang dipandangnya. Kalau mau ngasih cuma-cuma ya itu namanya sedekah. Dan orang yang disedekahi adalah orang miskin, bukan orang kaya.

Herannya, masyarakat kita sudah terbiasa dengan kesilauan dunia. Jika ada seseorang PNS yang baru setahun diangkat jadi pimpro dan sudah bisa beli mobil baru atau rumah baru, mereka akan mengatakan hebat. “Baru beberapa tahun saja ia sudah bisa sukses”.

Padahal semestinya masyarakat bisa jeli. Mungkinkah seorang PNS dengan gajinya yang pas-pasan bisa menabung uang dalam tempo singkat cukup untuk membeli rumah atau mobil? Tidak mungkin.

Nah, dari manakah ia punya uang banyak sehingga bisa membeli rumah atau mobil?  Jawabannya adalah : Dari hasil Korupsi!

Diakui atau tidak, pasti mereka korupsi. PNS yang ada saat ini 99 persen pernah korupsi. Walau beda kriterianya. Jabatan tinggi korupsinya besar, jabatan rendah korupsinya kecil. Tapi yang pasti semua korupsi.

Lihat saja, di kantor-kantor pemerintah, mobil-mobil mewah berjejer ibarat dealer. Dari manakah uangnya? Suruh mereka menabung dengan gajinya. Sampai punya cucu belum tentu bisa terbeli mobil mewah. Kalau tidak korupsi.

Satu Tanggapan to “Ingin Kaya? Jadilah PNS!”

  1. kakak Says:

    wah pa bagus sekali karangan/ceritanya. buatin kakak donk yang panjang juga ya!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: