BPPOM Jangan Mau Dimanfaatkan

Produk China

Dalam beberapa tahun terakhir, Badan Pengawas Obat dan Makan (BPOM) Indonesia banyak melakukan tindakan-tindakan yang tegas terhadap permasalahan peredaran obat-obatan dan makanan yang bisa membahayakan masyarakat. Jika saja hal ini dilakukan oleh lembaga tersebut karena murni bertujuan melindungi konsumen kita, maka hal tersebut patutlah diacungi jempol. Salut atas kinerjanya.

Namun menurut beberapa sumber yang sangat layak untuk dipercaya, kinerja BPOM dalam menindak tegas peredaran obat-obatan, kosmetik hingga makanan yang mengandung unsur yang membahayakan tersebut tidak murni karen tugas. Tetapi karena adanya pesanan dari pihak-pihak tertentu yang nyaris kalah dalam persaingan dagang.

Misalnya saja mengenai kosmetik-kosmetik yang berasal dari negeri China. BPPOM sempat melakukan pelarangan peredaran terhadap sebagian besar produk kosmetik impor yang harganya jauh lebih murah tersebut. Padahal saat itu masyarakat kita tengah gandrung-gandrungnya dengan kosmetik buatan china yang harganya murah namun hasilnya bagus dan sesuai keinginan pembelinya.

Kosmetik produk China meroket di pasaran kosmetik dalam negeri dan benar-benar menggeser dominasi penjualan kosmetik  produk lokal. Toko-toko menjadi ramai dengan produk kosmetik China dan masyarakatpun suka.

Karena diduga kalah dalam persaingan dagang itulah maka salah satu perusahaan kosmetik lokal yang sangat terkenal mulai berupaya untuk mengeliminasi produk kosmetik saingannya dari China tersebut. Ia berupaya mencari celah dan BPPOM adalah alat yang paling efektif untuk mengusir kosmetik-kosmetik produk china tersebut. Dan nampaknya hal itu berhasil. Dengan alasan mengandung mercury, bahan yang berbahaya bagi kesehatan, produk-produk kosmetik dari china tersebut berhasil disikat. Masyarakat pun bisa diyakinkan.

Setelah itu pesanan untuk mengenyahkan produk cina yang membanjiri pasar dalam negeri juga dilakukan sebuah perusahaan besar yang selama ini menguasi produksi alat-alat kebutuhan rumah tangga. Dengan membanjirnya alat-alat rumah tangga dari china yang menggunakan bahan Melamin, menyebabkan peralatan rumah tangga produksi dalam negeri, seperti yang berbahan gelas dan plastik, turun total di pasaran.

Upaya memanfaatkan BPOM juga dilakukan. Akhirnya berhasil. Dengan dalih bahwa melamin seperti itu berbahaya apabila masuk ke dalam tubuh, akhirnya masyarakat bisa percaya dan produk china seperti itu terusir.

Nah yang terakhir juga menimpa produk-produk makanan dari China. Puluhan produk makanan, permen dan lain-lain akhirnya dilarang beredar disini. Inipun tak lepas dari peran produsen nasional makanan serupa  yang kalah dalam persaingan global, namun berhasil memanfaatkan BPPOM. Alasannya: mengandung zat yang berbahaya. Benarkah?

Kalau mau jujur mengakui, produk-produk china memang memiliki banyak keunggulan dibanding produk-produk nasional atau produk impor dari negara lainnya. Harga murah, kualitas juga tak kalah. Setidaknya, dengan adanya produk china, menjadi penyeimbang dari produk-produk nasional atau produk jepang dan Amerika yang serba mahal. Masyarakat kelas menengah kebawah juga banyak terbantu dengan membanjirnya produk china ini. Barang-barang elektronik menjadi terjangkau untuk memilikinya.

Semestinya BPPOM benar-benar bijak dan mau melihat secara jujur, mana yang lebih besar dari kehadiran produk-produk china tersebut? Untung apa rugikah?

Coba jika obat-obatan produksi china juga bisa masuk, pasti akan sangat menolong masyarakat kita yang sekarang diberatkan dengan tingginya biaya berobat.

Kita mesti objektif. Ini bukan berarti pro-china, tetapi memang kita harus mau belajar ke negeri china. Disanalah sumber ilmu, sumber kehidupan. Yakinlah bukan amerika atau negara barat yang bisa menjadi insfirasi bagi negeri ini. Tapi China.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: