Elpiji Gratis Jadi Objekan Baru Ketua RT

Sikap mental para pemimpin dan pejabat tidak pernah beranjak dari mental KKN. Hal ini dikarenakan sikap dan budaya KKN yang telah mendarah daging dalam kehidupan. Tiga puluh tahunan kita telah terbiasa dengan KKN yang digurui dari atas hingga ditiru secara baik sampai ke tingkat paling bawah. Rakyat kecil tak pernah berhenti dijadikan objekan oleh mereka yang menginginkan keuntungan berlimpah dengan jalan mudah.

elpiji-gratis.jpgantri-minyak.jpg

Hal ini sebagaimana yang terjadi di Palembang, Sumatera Selatan. Masyarakat miskin masih saja dijadikan objekan oleh RT dan Lurah, walaupun jumlahnya tak terlalu besar.

Bulan Nopember ini pemerintah akan melakukan program konversi minyak tanah ke elpiji di kota Palembang. Sedikitnya 181 516 paket elpiji akan dibagikan gratis untuk masyarakat berpenghasilan dibawah 1,5 juta perbulan dan para pedagang yang selama ini menggantungkan usahanya dengan minyak tanah.

elpiji.jpg

Namun belum kompor gratis ini dibagikan, kasak-kusuk para Ketua RT saat mendata warga  yang bakal menerima sudah mengarah ke kegiatan pungutan liar, alias pungli.

Di salah satu RT di kelurahan 4 Ulu kecamatan SU1, ketua RT setempat sudah mengingatkan warganya agar menebus kompor gratis tersebut dengan uang Rp.10.000,- nanti. Nampaknya warga, yang mayoritas ibu-ibu tersebut setuju saja dan menganggap itu tak memberatkan. Ibu-ibu juga bersedia merahasiakan hal ini dari pihak lain, termasuk dari suaminya.

Walaupun cuma 10 ribu tetapi jika dikalikan dengan jumlah warga yang mencapai ribuan maka dipastikan uang hasil pungli yang bisa dikumpulkan mencapai puluhan juta rupiah.

“Benar pak. Pak RT Minta 10 ribu,”, ujar seorang Ibu yang tinggal tak jauh dari pasar 5 Ulu mengakui adanya permintaan dari RT nya. “Jika tak bayar kita malah dak dapat kompor gratis”, ujarnya lagi.

Sementara itu seorang warga lain yang mengaku bernama Iwan lebih keras bereaksi. Ia menganggap hal ini sudah sangat keterlaluan. “Ini keterlaluan pak, masa untuk rakyat miskin saja masih dibisniskan. Saya yakin ini bukan sekedar akal-akalan RT tapi sudah perintah dari Lurah. Tak mungkin RT berani kalau bukan karena ada ijin Lurah”, ujarnya menegaskan.

Iwan berharap pemerintah betul-betul mengawasi kegiatan pembagian elpiji gratis agar tidak disimpangkan oleh aparatnya. Selain itu mesti ada aturan dan sanksi yang tegas bagi siapa saja yang berani melakukan KKN dalam penyaluran tersebut.

“RT atau Lurah yang macam-macam harus ditindak”, ujarnya lagi.

Nah bagaimana pak Gubernur? Pak Dirut Pertamina?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: