Pilkada dan Ekonomi Kerakyatan

Tahun 2018 ini kita akan terbawa dalam hiruk pikuk Pilkada yang dilaksanakan serentak diseluruh Indonesia.

Dalam budaya pemerintahan kita yang masih korup, uang masih dianggap sebagai modal utama kemenangan dalam pemilihan seorang pemimpin. Perkara kualitas figur calon masih berada di urutan nomor dibawahnya.

Namun besarnya biaya politik pilkada ternyata tidak serta merta berbanding lurus dengan peningkatan ekonomi masyarakat. Rakyat masih saja berada dalam tahap ekonomi rendah dan kehidupan ekonomi masih lesu dan sulit untuk bangkit.

Ekonomi Kerakyatan masih baru sekedar jadi materi kampanye untuk meraih simpati saja, namun realita dilapangan masih jauh dari harapan.

Makanya kita tak perlu merasa aneh dengan munculnya fenomena masyarakat yang mulai apriori dengan kegiatan pilkada atau sejenisnya, karena umpan balik bagi masyarakat tak sebanding dengan keuntungan yang bakal diraih oleh si pemenang nanti.

Ya terserah saja.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: