PMPD

Program Pemberdayaan Masyarakat untuk Pembangunan Desa (PMPD)

Kemiskinan merupakan salah satu masalah pokok dalam pembangunan di Indonesia. Salah satu akar permasalahan kemiskinan di kawasan perdesaan adalah terdapatnya ketidakseimbangan hubungan dengan kawasan perkotaan yang cenderung merugikan perdesaan. Oleh karena itu diperlukan upaya penguatan perdesaan melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat. Dalam rangka mewujudkan pendekatan tersebut, pemerintah meluncurkan Program Pemberdayaan Masyarakat untuk Pembangunan Desa (PMPD) atau Community Empowerment for Rural Development Program (CERD). TujuanProgram PMPD/CERD bertujuan mengentaskan masyarakat miskin perdesaan, khususnya masyarakat miskin yang tinggal di dekat pusat pertumuhan melalui upaya-upaya:

  1. Memberdayakan masyarakat desa dengan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam merencanakan dan mengelola kegiatan pembangunan desanya, serta meningkatkan kapasitas aparat pemerintah dalam memfasilitasi pembangunan perdesaan.
  2. Mendukung kegiatan investasi lokal serta meningkatkan keterkaitan perdesaan-perkotaan dengan membangun sarana dan prasarana perdesaan yang dibutuhkan untuk mengembangkan produktivitas usaha skala kecil dan mikro.

Sasaran

  1. Meningkatkan partisipasi masyarakat dan kapasitas kelembagaan masyarakat dalam pembangunan perdesaan;
  2. Meningkatnya kapasitas aparat dalam memfasilitasi kelembagaan pembangunan perdesaan;
  3. Menguatnya lembaga keuangan masyarakat perdesaan;
  4. Meningkatnya kapasitas usaha kecil dan mikro perdesaan dalam kegiatan produksi, pengolahan dan pemasaran;
  5. Terbentuknya pusat informasi untuk mendukung pemasaran produk usaha skala kecil dan mikro perdesaan;
  6. Meningkatnya ketersediaan sarana dan prasarana perdesaan untuk menunjang kegiatan ekonomi perdesaan;
  7. Meningkatnya keterkaitan perdesaan-perkotaan;
  8. Meningkatnya akses masyarakat terhadap pelayanan sosial dan ekonomi.

Lokasi Kabupaten yang menjadi lokasi Program PMPD/CERD telah ditentukan dan disepakati oleh Pemerintah Indonesia dan Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB). Pemilihan kriteria penduduk miskin yang paling banyak. Hasil pemilihan kecamatan harus mendapatkan persetujuan dari Pemerintah Pusat.Sasaran lokasi Program PMPD/CERD adalah wilayah desa miskin dalam satu kelompok desa (cluster) yang memiliki hubungan kegiatan ekonomi dengan pusat pertumbuhan ekonomi setempat. Seleksi desa dilakukan melalui lokakarya di kecamatan yang melibatkan unsur pemerintah dan Badan Perwakilan Desa (BPD) seluruh desa di kecamatan tersebut. Kriteria yang digunakan untuk seleksi desa adalah: (1) Tidak sedang menjadi lokasi program berbantuan luar negeri lain; (2) Memiliki jumlah keluarga miskin terbanyak di kecamatan; (3) Berada dalam satu kelompok desa (cluster) yang dekat dengan pusat pertumbuhan; (4) Sudah mempunyai hubungan ekonomi dengan pusat pertumbuhan.

Penerima Manfaat

Sasaran penerima manfaat utama dari Program PMPD/CERD adalah kelompok penduduk miskin di perdesaan dengan lebih memperhatikan kelompok perempuan dan penduduk asli setempat (Indigenous People).

Kriteria masyarakat miskin yang digunakan berdasarkan kebijaksanaan masyarakat setempat yang diputuskan dalam musyawarah desa dengan mengacu kepada Strategi Pengentasan Kemiskinan Daera (SPKD).

Anggota masyarakat desa lainnya diharapkan berpartisipasi dalam seluruh kegiatan program untuk memberdayakan masyarakat miskin. Aparat pemerintah yang bertugas memfasilitasi pembangunan perdesaan juga menjadi sasaran penerima manfaat dari kegiatan peningkatan kapasitas aparat melalui pelatihan dan pendidikan formal.

Komponen Kegiatan

Komponen A
Peningkatan Kapasitas untuk Desentralisasi Pelaksanaan Pembangunan

Peningkatan Kapasitas untuk Desentralisasi Pelaksanaan Pembangunan, mencakup:

  1. Pengembangan kelembagaan, meliputi penguatan kelembagaan yang sudah ada dan pembentukan kelembagaan baru yang diperlukan untuk berjalannya mekanisme perencanaan berbasis masyarakt (MPBM-Community Based Planning Mechanism/CBPM) serta peningkatan kemampuan staf pemerintah dan masyarakat desa.
  2. Pengembangan Sumber Daya Manusia, meliputi peningkatan kapasitas aparatur pemerintah melalui pelatihan dan pendidikan formal.
  3. Penyediaan Hibah (bantuan) Desa, diberikan kepada desa untuk mendukung pelaksanaan peningkatan kapasitas masyarakat miskin perdesaan.

Komponen B
Pengembangan Lembaga Keuangan dan Ekonomi Perdesaan

Pengembangan Lembaga Keuangan dan Ekonomi Perdesan, mencakup:

– Pembentukan dan pengembangan lembaga simpan pinjam berbasis masyarakat (LSPBM), meliputi:

  • mobilisasi simpan pinjam dari anggota dan pelayanan pinjaman kepada anggota;
  • kegiatan pelatihan untuk meningkatkan sikap, pengetahuan dan keterampilan para pengelola dan anggota LSM;
  • pembentukan dan pengembangan asosiasi LSPBM;
  • peningkatan kerjasama antara LSPBM dan asosiasinya dengan lembaga keuangan formal serta lembaga pelayanan bantuan teknis;
  • dukungan penguatan modal bagi LSPBM dalam rangka menuju kemandirian dan keberlanjutan.

– Pengembangan usaha mikro dan kecil perdesaan, meliputi:

  • kegiatan pelatihan serta bantuan teknis bagi pengusaha kecil dan mikro perdesaan;
  • dukungan pemasaran produk usaha kecil dan mikro perdesaan.

Komponen C
Peningkatan Prasarana Perdesaan

Komponen ini meliputi kegiatan peningkatan prasarana perdesaan yang dibutuhkan masyarakat miskin perdesaan, mencakup prasarana penghubung ke pusat pertumbuhan, prasarana pendukung usaha ekonomi perdesaan, dan prasarana permukiman.

Komponen D
Manajemen dan Monitoring

Komponen kegiatan ini meliputi kegiatan dukungan administrasi, bantuan teknis, pemantauan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan kegiatan program secara keseluruhan.

Prinsip

  1. Transparan, pengelolaan kegiatan harus dilakukan secara terbuka sehingga dapat diketahui, diikuti, dipantau diawasi dan dievaluasi oleh masyarakat luas;
  2. Akuntabel, pengelolaan kegiatan harus mengikuti kaidah dan peraturan yang berlaku sehingga dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat luas;
  3. Partisipatif, masyarakat miskin dan anggota masyarakat lainnya terlibat secara aktif dalam proses perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan pelestarian kegiatan;
  4. Keberlanjutan, pengelolaan kegiatan harus memberikan hasil dan manfaat kepada masyarakat secara berkelanjutan, oleh karenanya pengelolaan kegiatan harus berwawasan lingkungan hidup;
  5. Akseptabel, keputusan-keputusan dalam pengelolaan kegiatan harus berdasarkan kesepakatan antar pelaku, sehingga memperoleh dukungan dari semua pihak.

Pendekatan

  1. Desentralisasi, masyarakat dan pemerintah daerah memperoleh kewenangan yang luas;
  2. Kemitraan, kegiatan dilaksanakan dengan semangat kerjasama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, dan dunia usaha;
  3. Peningkatan kapasitas, kaum terpinggirkan (marjinal) termasuk perempuan dan penduduk asli setempat mendapat kesempatan yang sama baik sebagai pengelola kegiatan maupun sebagai sasaran kegiatan;
  4. Kewaspadaan, memperkuat kesadaran penduduk miskin untuk mengembangkan budaya hidup surplus dan melakukan kegiatan usaha produktif;
  5. Keterpaduan antar komponen kegiatan harus saling menunjang dan saling melengkapi sehingga memberikan hasil dan manfaat yang optimal.

Strategi

  1. Mendorong perubahan sikap (attitude) masyarakat miskin dalam mengatasi kemiskinannya;
  2. Mendorong dan memfasilitasi masyarakat miskin untuk mengembangkan usaha ekonomi produktif;
  3. Merevitalisasi (menguatkan kembali) Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) dengan melibatkan masyarakat miskin dalam pengambilan keputusan pembangunan di desanya.

Sumber Dana

  1. Pinjaman Luar Negeri dari Asian Development Bank dengan Loan No. 1765-INO (SF) dan 1766-INO (OCR);
  2. Dana rupiah pendamping dan non pendamping yang disediakan oleh pemerintah melalui APBN untuk pembiayaan kegiatan di Pusat;
  3. Dana rupiah pendamping dan non pendamping yang disediakan oleh pemerintah provinsi dan kabupaten melalui APBD untuk pembiayaan kegiatan di daerah;
  4. Kontribusi masyarakat yang bersedia mendukung kegiatan program baik dalam bentuk dana natura, maupun tenaga.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: